Kamis, 21 Februari 2019

teks editorial

Pelayanan Rumah Sakit dan Mutu Kesehatan Harus Ditingkatkan
Di tahun lalu, ada sekitar 268 pengaduan tentang minimnya pelayanan kesehatan di berbagai rumah sakit di Indonesia. Jumlah itupun yang dilaporkan dan diterima di Kemenkes.
Yang belum dilaporkan tentunya lebih banyak lagi. Salah satu hal yang menjadikan mutu pelayanan dokter kurang memuaskan adalah soal penanganan terhadap pasien.
Dokter banyak yang belum bisa mengetahui penyakit pasien yang sebenarnya sehingga kadang obat yang diberikan tidak tepat.
Seharusnya pemerintah terutama bidang kesehatan selalu memperbaharui/meningkatkan mutu para dokter di seluruh Indonesia secara berkala.
Hal itu bertujuan agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat terhubung dengan baik.

Surat Lamaran

Kuningan, 19 Februari 2019
Hal : Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth.
Kepala PT Halim Sejahtera 
Jombang

Dengan hormat,
Seperti informasi yang saya peroleh bahwasanya di PT Halim Sejahtera terdapat lowongan pekerjaan. Saya memiliki keinginan untuk melamar dan menduduki posisi pekerjaan di perusahaan tersebut. Adapun bagian yang ingin saya tempati adalah staff produksi di PT Halim Sejahtera.
Ijinkan saya mengenalkan diri dalam data berikut ini :
N a m a : Thariq Alfariz
Alamat : Jl. Langsep Meduran No 124
Tempat dan Tgl. Lahir : Kuningan,16 Juni 2001
Pendidikan Terakhir : SMA
Telp : 089 678 123 567
Sekarang saya dalam kondisi sehat tidak sakit apapun, kondisi saya sempurna dan lincah dalam bekerja, memiliki prinsip yang kuat dan pekerja keras tentunya. Saya juga menguasai Microsoft Office dengan sangat mahir.
Berikut lampiran untuk bahan pertimbangan:
  1. Curriculum Vitae ( CV )
  2. FC Ijazah Terakhir yang telah Dilegalisir asli
  3. FC Transkip Nilai yang telah Dilegalisir asli
  4. FC Kartu Keluarga
  5. FC Sertifikat
  6. Surat Pengalaman Pekerjaan
  7. Pas Foto Terbaru ukuran 4X6
Demikianlah surat lamaran pekerjaan yang saya buat ini, saya ucapkan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu pimpinan.

Hormat Saya
( THARIQ ALFARIZ )

Cerpen

Nilai Moral
Sudah beberapa bulan aku menunggu panggilan kerja. Rasanya hariku pilu bingung tanpa arah. Kerjaanku hanya luntang-lantung di rumah. Aku bingung harus ngapain. Ingin usaha tapi tak punya modal. Suatu hari, kuniatkan untuk bertemu teman-temanku, sekedar berbagi tentang masalahku ini.
Saat jalan menuju rumah temanku, di samping jalan sedikit ujung dari trotoar, aku melihat sebuah dompet berwarna hitam. Kuhampiri dompet itu, kubuka, dan kulihat isinya. KTP, SIM A, beberapa surat- surat penting, tabungan yang isinya fantastis, dan sebuah kartu kredit. Dalam pikiranku muncul suara agar aku menggunakan isi dalam dompet itu.
Tapi tidak, aku harus mengembalikan dompet ini pada pemiliknya. Tak selang berapa lama setelah aku pulang dari rumah temanku, kukembalikan dompet itu. Bermodalkan alamat di KTP, aku menemukan rumahnya di perumahan elit dekat dengan hotel Grand Palace. Kupencet bel dan kemudian dibuka oleh tukang kebun yang bekerja di rumah itu.
“Permisi, Pak. Benarkah ini alamat Pak Budi?” Tanyaku.
“Iya benar. Anda siapa, ya?” Tanya tukang kebun.
“Saya Adi, ingin bertemu dengan Pak Budi. Ada urusan penting.”
“Baiklah silakan masuk, kebetulan bapak ada di dalam,” Pinta tukang kebun.
Aku masuk dengan malu-malu ke dalam rumah megah pemilik dompet yang kutemukan.
“Ada apa? Siapa Kamu?” Tanya pemilik rumah itu kepadaku.
“Saya Adi, Pak. Mohon maaf sebelumnya, saya menemukan dompet Bapak di trotoar dekat hotel.”
“Oh, ya silakan duduk, Nak!”
Aku duduk di dekat beliau dan menyerahkan dompet yang kutemukan tersebut.
“Kau tinggal di mana, Nak? Dan bekerja di mana?” Tanyanya dengan penasaran.
“Di kompleks Asri Cempaka, Pak. Saya masih ngganggur sudah berbulan – bulan melamar tapi belum dapat panggilan.” Tambahku.
“Kau sarjana apa?” Tanyanya.
“Ekonomi Manajemen, Pak.” Jawabku.
“Oke baiklah, Nak. Di perusahaan Bapak sedang membuthkan staff administrasi. Barangkali jika kamu tertarik bisa ke kantor saya besok pagi jam 9. Ini kartu nama saya.” Sambung Pak Adi sambil menyodorkan kartu namanya padaku.
“Sungguh, Pak?”
“Iya, Nak. Saya membutuhkan karyawan yang penuh dedikasi dan jujur seperti dirimu ini.”
“ Terima kasih banyak, Pak.” Kataku tidak percaya, ini seperti keajaiban.